Jadi Sarana Transportasi Kayu, DAS Konoweha Sultra Terancam

in Sulawesi Tenggara
Hits: 87

Sulawesi Tenggara sejak dulu menjadi pemasok berbagai jenis kayu ke berbagai wilayah, terutama Kabupaten Kolaka Timur dan Konawe. Berdasarkan informasi dari Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara, di kedua kabupaten tersebut, terdapat 4 perusahaan di Sultra yang telah dilengkapi Sertifikat Legalitas Kayu (SLK) yaitu UD Rimba Bersama dan UD ER Jaya di Kabupaten Konawe, serta UD Cahaya Putemata dan UD Cahaya Alam di Kolaka Timur.

Pada kenyataannya, keberadaan SLK bukan jaminan mutlak tidak terjadinya pelanggaran-pelanggaran lingkungan. JPIK Sultra menemukan adanya indikasi pelanggaran lingkungan yang dilakan sejumlah unit manajemen terkait proses pengangkutan kayu.

Daerah aliran sungai (DAS) di Sungai Konoweha yang meliputi beberapa aliran sungai yang tersebar di sepanjang wilayah Kabupaten Konawe selama ini menjadi sarana transportasi kayu dari hutan alam menuju titik pengumpulan kayu. Padahal, DAS tersebut adalah sumber air warga yang bermukim di Konawe.

Penelusuran JPIK Sulawesi Tenggara menemukan bahwa terdapat tumpukan kayu-kayu ilegal di hulu irigasi yang menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai. Akibatnya, debit air sungai berkurang yang akhirnya berdampak pada kekeringan di lahan sawah warga setempat.

Hal ini terjadi di Desa Banua, Kabupaten Konawe, yang menjadi salah satu titik pengumpul kayu bagi sejumlah industri primer beberapa industri di Konawe. Namun, kayu-kayu yang menyebabkan pendangkalan sungai tersebut tak bertuan. Bahkan penduduk setempat tak tahu-menahu mengenai perusahaan pemilik kayu.

Tak hanya itu, pemantau juga meriset aktivitas produksi UD Rimba Bersama yang berlokasi di Konawe, serta UD Cahaya Putemata dan UD Cahaya Alam di Kabupaten Kolaka Timur. Sejauh ini, perusahaan-perusahaan tersebut tidak melakukan aktivitas seperti layaknya perusahaan sawmill pada umumnya. 

Dari sejumlah informan terpercaya, diketahui bahwa hampir semua industri memasok kayu dari kawasan hutan. Sebagian besar dari hasil land clearing perusahaan perkebunan sawit dan industri ekstraktif pertambangan. Namun, terkait indikasi adanya pembalakan liar ini masih akan ditelusuri lebih jauh oleh tim pemantau.

Temuan lainnya yang juga menjadi sasaran pemantauan adalah mega proyek Bendungan Pelosika yang berlokasi di Kolaka Timur dan Konawe. Proyek ini diketahui telah menghabiskan beberapa kawasan hutan yang dulunya merupakan kawasan rimbun yang juga berfungsi sebagai hutan resapan air.

Beberapa warga sekitar lokasi bendungan telah merasakan dampak akibat pembangunan area bendungan yang telah menghabiskan pepohonan di sekitar area DAS Konoweha. Dampak yang telah dirasakan warga adalah luas area paparan air sungai yang meluap hingga ke perkampungan warga akibat meningkatnya debit air sungai saat musim hujan tiba.

Leave your comments

Comments

  • No comments found