Teka-teki Dokumen Amdal PT Sumber Graha Sejahtera

in Sulawesi Selatan
Hits: 200

Keberadaan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) belum juga menemui kejelasan. Anggota JPIK Sulsel di Palopo sejak Februari 2019 telah menelusuri dokumen vital tersebut, namun hingga Mei 2019 belum juga ditemukan.

Sumber Graha Sejahtera yang dulunya PT Panca Usaha Palopo Plywood (Panply) beralamat di Desa Barowa, Kecamatan Bua, Luwu Timur.  Perusahaan ini bergerak dalam pembuatan kayu lapis dan merupakan salah satu perusahaan pengolahan kayu terbesar di Sulsel.

Pemantau juga telah berupaya menelusuri dokumen lingkungan perusahaan, di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur. Sayangnya dokumen tersebut belum tersedia, menurut keterangan Seksi Perencanaan dan Pengkajian Lingkungan Hidup Luwu Timur.

Sementara menurut keterangan perusahaan, dokumen wajib tersebut telah diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu. Dokumen tersebut telah dirampungkan pasca proses akuisisi pada 2017 dan mengaku telah diserahkan ke pihak-pihak terkait. Sayangnya, pemantau tidak diberi akses oleh perusahaan untuk melihat dokumen tersebut.

Ada tidaknya dokumen Amdal PT SGS masih menjadi teka-teki. Tidak adanya koordinasi yang baik dari Dinas Lingkungan Hidup pun kian membuat rumit proses penelusuran pemantau.

“Semua surat permintaan dokumen yang dimasukkan selama pemantauan berjalan tidak ditindaklanjuti dengan baik oleh DLH. Bahkan mereka justru saling melempar tanggungjawab antar divisi,” kata Pemantau Independen, Rais.

Selain dokumen lingkungan, pemantau juga menelusuri sumber-sumber bahan baku perusahaan yang tersebar di beberapa wilayah. Salah satunya dari Kabupaten Halmahera Selatan oleh penyuplai CV Aubil Prima Daya. Perusahaan ini memiliki izin pemanfaatan kayu (IPK) pada areal penggunaan lain (IPK-APL) di Desa Liaro, Halmahera Selatan.

Masih di Maluku Utara, PT SGS juga menerima bahan baku dari PT. Bela Berkat Anugrah (BBA) yang memiliki izin HPH. Dalam laporan PT BBA, kayu yang masuk ke Sumber Graha Sejahtera, tidak ada jenis kayu merbau, yang ada hanya jenis kayu campuran dan meranti.

Namun, anggota tim pemantau yang bertugas di Maluku Utara menemukan adanya kayu merbau yang ditebang perusahaan. Dalam investigasi lapangan, juga ditemukan adanya tumpukan kayu merbau di antara tumpukan kayu rimba campuran yang siap dikapalkan menuju PT SGS.

Selain dari Maluku Utara, perusahaan juga memperoleh suplai bahan baku dari sejumlah perusahaan di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Jenis kayu yang disuplai adalah kayu meranti, kayu indah dan kayu campuran.

Sebelumnya, PT Panply pernah tersandung kasus pembalakan liar pada tahun 2017 di wilayah Kecamatan Burau. Perusahaan diduga terlibat dalam suplai ratusan penggal kayu yang berasal dari kawasan hutan yang tidak memiki izin. 

Hasil pemantauan sebelumnya, juga ditemukan kasus tunggakan pajak retribusi pengukuran kayu oleh PT. Sumber Graha Sejahtera. Termasuk juga belum ditemukannya dokumen AMDAL yang telah direvisi di Kantor Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Luwu pasca perusahaan tersebut berganti nama pada 2017.

 

Leave your comments

Comments

  • No comments found