Tantangan Jelang Satu Dekade SVLK di Indonesia
in Sulawesi Selatan
Hits: 506

Makassar - Menghentikan pembalakan liar dan industri kayu ilegal masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Bahkan setelah penerapan aturan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) pada 2009, tantangan penerapannya masih menjadi pekerjaan rumah.

Jelang satu dekade penerapan SVLK, masih ditemukan celah dan sejumlah tantangan, baik bagi pemerintah, swasta maupun Civil Society Organisation (CSO).

Direktur Kaoem Telapak, sebuah organisasi di Bogor, yang juga merupakan anggota Pemantau di Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Abu Hasan Meridian mengatakan, sejak 2001 Indonesia mulai membangun dan mengembangkan SVLK untuk memberikan jaminan bahwa kayu dan produk kayu yang beredar berasal dari sumber legal dan lestari.

Dalam perjalanannya, Indonesia dan Uni Eropa secara resmi telah menyepakati Lisensi FLEGT pada 2016 setelah melalui berbagai proses dalam kurun waktu 14 tahun.  Artinya, kayu-kayu yang bisa diekspor ke Uni Eropa hanya kayu legal, yang jelas asal-usulnya.

Saat ini SVLK diatur dalam PermenLHK 30/2016 dan telah berubah enam kali sejak aturan pertama Permenhut 38/2009. 

Menurut Abu, peraturan mengenai SVLK yang berubah-ubah kini menjadi kendala tersendiri sebab banyak aturan yang belum tersosialisasi hingga ke pelosok.

“Hampir tiap tahun ada perubahan. Tantangan pemerintah adalah sosialisasi ke masyarakat. Bahkan teman yang bekerja di dinas terkait pun masih banyak yang belum tahu,” kata Abu di hadapan peserta pelatihan pemantau independen kehutanan, Selasa (18/12/2018) di Makassar.

Selain itu, aturan SVLK tidak berdiri sendiri, tapi juga menyangkut aturan perdagangan, bea cukai hingga ketenagakerjaan. “Ini aturan mandatory dan bisa menjadi tantangan lagi.”

Tetapi, dibanding negara lain, tambah Abu, Indonesia masih unggul dalam hal aturan keberadaan pemantau independen kehutanan hingga proses di lapangan pemantauan. 

“Aturan kita lebih jelas, pemantaunya jelas, prosesnya di lapangan seperti apa juga jelas,” katanya.

Bukan hanya dalam tataran aturan yang berubah-ubah, tantangan penerapan SVLK termasuk dalam segala lini, baik pemerintah, auditor, badan akreditasi, NGO maupun auditor.

“Kayu dari hulu ke hilir prosesnya panjang. Belum lagi pihak yang mendapatkan keuntungan individu. Mereka mendapatkan pendapatan yang seharusnya tidak ada,” kata Abu.

Sebagai salah satu solusi, semua masyarakat harus terlibat aktif dalam pemantauan SVLK ini. Saat ini masih jamak ditemukan oknum pemerintah maupun swasta terlibat dalam pelangggaran aturan.

“Di Jawa banyak yang memainkan adalah perusahaan kecil. Mereka menganggap SVLK adalah beban,” Abu menambahkan.

Leave your comments

Comments

  • Guest (Diane Howard)

    I've already been to this show several times. Each time the organizers have something to amaze the visitors with - various kinds of vehicles, new concept cars, amazing presentations etc. Last year exhibition was outstanding, and I think this show is definitely worth visiting.

    0 Short URL:
  • Guest (James Cox)

    I believe all enthusiasts know about this show. As for me, I was really excited when I visited it in Ontario, Canada, 6 years ago. I hope it has not changed much or at least changed for the better, as it is the only source of getting the latest information about motor industry trends and its fresh news.

    0 Short URL: