Menelusuri Pasokan Bahan Baku PT Sumber Graha Sejahtera

in Sulawesi Selatan
Hits: 771

Kehadiran Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) di Indonesia tidak lepas dari berbagai persoalan tata kelola hutan, baik persoalan illegal logging, perdagangan ilegal hingga persoalan lingkungan yang masih marak.

Banyaknya celah pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh para pelaku membuat persoalan kelestarian hutan di Indonesia belum bisa dituntaskan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha dan juga pemantau kehutanan.

Di Sulawesi Selatan, sejak Februari hingga Juli 2019, tim Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Sulawesi Selatan memantau aktivitas PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) atau eks  PT Panca Usaha Palopo Plywood (Panply). Beralamat di Desa Barowa, Kecamatan Bua, Luwu Timur, perusahaan ini bergerak dalam pembuatan kayu lapis dan salah satu yang terbesar di Sulsel.

Sebelumnya PT Panply pernah tersandung kasus pembalakan liar di wilayah Kecamatan Burau. Perusahaan diduga terlibat dalam suplai ratusan penggal kayu yang berasal dari kawasan hutan yang tidak memiki izin. 

Tak hanya itu, hingga lima bulan pemantauan, pemantau belum menemukan kejelasan dokumen Amdal perusahaan  yang telah direvisi di Kantor Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Luwu setelah berganti nama pada 2017.

Pengelola bagian Amdal PT SGS enggan memberikan dokumen vital tersebut dengan dalih harus melalui izin pimpinan tertinggi perusahaan. Sampai laporan ini ditulis, belum ada tindak lanjut dari pimpinan perusahaan. Pemantau hanya diberikan foto terkait dokumen lingkungan yang masih menggunakan nama PT Panply.

Selain penelusuran dokumen lingkungan, pemantau juga menelusuri sumber-sumber bahan baku perusahaan yang tersebar di beberapa wilayah. Salah satunya dari Kabupaten Halmahera Selatan oleh penyuplai CV Aubil Prima Daya dan PT Bela Berkat Anugrah (BBA) yang memiliki izin HPH.

Selain dari Maluku, perusahaan juga mendapatkan bahan kayu dari sejumlah perusahaan dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Jenis kayu yang disuplai adalah kayu meranti, kayu indah dan kayu campuran.

Selain itu, salah satu penyuplai bahan baku PT SGS di tingkat lokal Luwu Raya, khususnya di Kabupaten Luwu Timur adalah Zainuddin. Ia saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PERKIMTAN) Kabupaten Luwu Timur.

Oleh karena kendala waktu, Zainuddin belum bisa dimintai keterangan oleh pemantau. Sejauh ini, informasi yang diperoleh adalah kerja sama Zainuddin dengan PT SGS bersifat pribadi atau bukan atas nama perusahaan. Sejauh ini, bahan baku yang dipasok ke PT SGS juga memiliki dokumen yang lengkap  (SVLK).

Terkait adanya indikasi pelanggaran yang lain, pemantau akan melakukan penelusuran lebih jauh dan secara menyeluruh, dari hulu hingga ke hilir.

 

Leave your comments

Comments

  • No comments found