Sertifikat Dicabut, Terbitlah Perusahaan Baru

in Jawa Timur
Hits: 641

Di Jawa Timur, sebuah perusahaan harus menanggung akibat atas pelanggaran yang dilakukan. Lembaga sertifikasi TRIC mencabut Sertifikat Legalitas Kayu (SLK) perusahaan itu 28 Mei 2019. Tetapi sekitar dua bulan kemudian, berdiri sebuah perusahaan baru di alamat yang sama. Tangga 30 Juli, perusahaan baru itu memperoleh SLK sebagai eksportir non produsen.

Diduga, perusahaan yang berdiri dalam waktu singkat ini sudah disiapkan sebelumnya untuk mengantisipasi kalau sertifikat legalitas kayu perusahaan utamanya dicabut. Pada dokumen pendirian, perusahaan kilat ini memang berdiri pada Mei 2019, hampir bersamaan dicabutnya SLK perusahaan di alamat yang sama.

Banyak celah pada Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang memungkinkan para pelaku beraksi, dengan modus ‘’bendera baru’’. Modus ampuh ini dilakukan dengan mendirikan perusahaan  baru untuk mendapatkan sertifikat baru.

Fenomena ini ditemukan pemantau independen dari Jaringan Pemantau Independen  Kehutanan (JPIK) Jawa Timur. CV Karya Makmur Sejahtera adalah salah satu perusahaan kayu yang diduga melancarkan aksinya dengan modus perusahaan baru alias bendera baru.

Diketahui, perusahaan ini terlibat dalam peredaran kayu ilegal jenis Sonokeling yang bersumber dari ruang jalan nasional di Kabupaten Tulunggagung.  Sebelumnya ditemukan bahwa CV Manggalih yang berdomisili di Kabupaten Pasuruan adalah salah satu penerima pasokan kayu Sonokeling sebanyak 2.136 m³ dari Tulungagung.

Belum mempunyai SLK, CV Manggalih menggunakan SLK CV Karya Makmur Sejahtera untuk keperluan ekspor. Atas temuan tersebut CV Karya Makmur Sejahtera diduga menyalahgunakan dokumen SLK. Atas tindakan ini, 28 Mei 2019, lembaga sertifikasi Tropical Rainforest International Certification (TRIC) membekukan dan mencabut SLK CV Karya Makmur Sejahtera.

Pencabutan SLK bukan akhir cerita para pelaku perdagangan kayu ilegal. Diduga, pelaku usaha sudah jauh-jauh hari menyiapkan strategi apabila terjadi pencabutan SLK dengan cara mengurus izin industri baru pada lokasi yang sama.

Begitu pula yang dilakukan oleh CV Karya Makmur Sejahtera. Kurang dari satu bulan pencabutan SLK, sudah berdiri perusahaan baru di tempat dan alamat yang sama dengan nama PT Cipta Adijaya Nugraha. Pada 30 Juli 2019, Mutu Agung Lestari menerbitkan untuk PT Cipta Adijaya Nugra. Sesuai akta pendiriannya, perusahaan ini resmi berdiri pada Mei 2019.

Selain ‘menyulap’ perusahaan baru, CV Karya Makmur Sejahtera juga diduga menggunakan dokumen ekspor yang dipasok CV Cipta Karya di Surabaya. Tim JPIK Jatim

Leave your comments

Comments

  • No comments found