Perusahaan di Surabaya Ekspor Kayu Ilegal

in Jawa Timur
Hits: 697

Pasca pengungkapan kasus pencurian kayu sonokeling di Tulungagung dan Trenggalek, beberapa fakta baru mencuat ke permukaan. JPIK Jawa Timur mendapatkan laporan bahwa selain dua kabupaten di atas, pohon peneduh jalan jenis sonokeling di Pasuruan, Malang dan Blitar juga ditebang secara ilegal.

Diketahui bahwa kayu-kayu ilegal tersebut ditadah CV Magalih, sebuah perusahaan yang beralamat  di Pasuruan, Jawa Timur. Sebelumnya, pihak kepolisian telah menetapkan 5 orang tersangka. Berdasarkan data yang ditemukan pemantau, hingga akhir Januari 2019, CV Magalih telah menerima kayu bulat sonokeling sebanyak 2000 batang yang dipasok dari Tulungagung tanpa diserta dokumen PUHH (Penatausahaan Hasil Hutan).

Dari hasil pemantauan, diketahui CV Manggalih tidak memiliki Sertifikat Legalitas Kayu (SLK) dan tidak tercatat sebagai perusahaan pengekspor kayu Sonokeling. Perusahaan juga diduga tidak mempunyai izin legalitas indutri lanjutan (IUI).  Sebelum tersangkut kasus kayu illegal jenis sonokeling, CV Magalih juga pernah tersangkut kasus serupa. Perusahaan ini menerima kayu illegal dari Kalimantan.

Dari pemantauan lapangan, setiap pekan CV Magalih mengirim kayu sonokeling sebanyak dua kontainer. Pengirimian biasanya ke depo ekspor atau ke terminal Peti Kemas Surabaya untuk selanjutnya dikapalkan ke China. PT Sucofindo sebagai lembaga pengawas dan pemeriksa pun membenarkan adanya aktivitas pengiriman kayu yang diangkut di lokasi operasi CV Magalih dengan V-Legal No 19.00186 & 00185. Namun, dokumen ekspor yang digunakan adalah  CV Karya Makmur Sejahtera yang tercatat memiliki SVLK.

Oleh karena itu, perusahaan diduga kuat melakukan join bisnis dengan industri yang memiliki SVLK untuk memuluskan aktivitas ekspor kayu sonokeling. Dari hasil investigasi, dugaan terbukti dengan ditemukannya CV Karya Makmur Sejahtera (KMS) Surabaya yang selama ini bekerja sama dengan CV Magalih untuk mengekspor kayu.

Sementara aturan SVLK menyebutkan bahwa, industri yang telah mempunyai SVLK tidak diperbolehkan melakukan kerja sama dengan industri manapun yang belum mempunyai SVLK. Tujuannya, agar pasokan sumber bahan baku yang diterima industri hilir dapat terjamin legalitasnya.

CV KMS adalah pemegang VLK-0003 untuk ETPIK Non Produsen yang berlaku 22 April 2016 – 21 April 2022 yang dikeluarkan oleh Tropical Rainforest International Certification (TRIC). Perusahaan ini beralamat di Margomulyo, Surabaya.

Selain penyalahgunaan SVLK, CV KMS diduga memalsukan dokumen LMK (lembar mutasi kayu) saat mengekspor 2 kontainer kayu ke China, sehingga lembaga verifikasi dapat menerbitkan dokumen V-Legal dengan No 19.00186 & 00185 untuk ekspor atas nama CV Karya Makmur Sejahtera.

Atas fakta tersebut, Lembaga Verifikasi Legalitas Kayu telah merespon laporan JPIK Jatim dengan melakukan audit khusus terhadap CV Karya Makmur Sejahtera. Atas dugaan pelanggaran tersebut, TRIC melalukan audit atas CV KMS. Hasilnya, CV KMS terbukti melakukan pelanggaran S-VLK dan berhak dijatuhi  sanksi berupa pembekuan Sertifikat Legalitas Kayu (SLK) karena terbukti telah melakukan pelanggaran dalam sistem PUHH dan SVLK.

Terkait temuan-temuan di atas, selain melaporkan CV Magalih dan KMS, pemantau independen kehutanan juga melaporkan kinerja LVLK TRIC Kepada Komite Akreditasi Nasional (KAN).  TRIC terbukti  tidak cermat dalam melakukan pemeriksaan silang dokumen yang dikirimkan oleh CV KMS terkait dokumen LMK dan dokumen lainnya hingga dapat diterbitkan dokumen V-Legal untuk ekspor kayu sonokeling ke China.

 

Leave your comments

Comments

  • No comments found