Pencurian Kayu Sonokeling di Jatim Libatkan ASN dan Aparat Kepolisian

in Jawa Timur
Hits: 148

Lebih dari 89 tunggak sonokeling di jalur jalan nasional Tulunganggung-Trenggalek dan Tulungagung-Blitar, ditebang tanpa izin. Kejadian ini pertama kali dilaporkan masyarakat setempat kepada PPLH Mangkubumi dan Jaringan Pemantau Independen Kehutanan Jawa Timur. Pembalakan ini dilakukan sepanjang pertengahan hingga akhir Maret 2019.

Setelah memperoleh laporan masyarakat JPIK Jawa Timur melakukan investigasi ke lokasi pembalakan. JPIK pun menilai, penebangan tersebut janggal, karena hanya jenis sonokeling yang ditebang. Sebagaimana diketahui, Pohon sonokeling masuk Appendiks II CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) atau masuk dalam spesies yang dilindungi. Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. 447/Menhut-II/2003 peredarannya harus terdaftar, diakui dan memiliki izin edar dan wajib disertai surat angkut tumbuhan dan satwa (SATS-DN).

Peredaran kayu Sonokeling tanpa izin edar dan pengangkutan yang tidak menggunakan surat angkut dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebanyak-banyaknya Rp 250.000.000,00 dan atau pencabutan izin usaha yang bersangkutan.

JPIK melaporkan temuan tersebut ke Gubernur Jawa Timur pada 1 April 2019. Sebagai tindak lanjut, Gubernur Jatim memerintahkan Kepala Dinas Kehutanan dan Kepala PU Bina Marga pada tanggal 03 April 2019 melakukan pengecekan lapangan. Lebih jauh, JPIK Jatim melakukan investigasi rantai peredaran kayu sonokeling ini. Diduga, kayu-kayu ini dikirim ke IUIPHHK/IUI terpadu di Mojokerto dan Pasuruan dengan dokumen berupa nota angkutan.

Salah satu industri yang diduga menerima kayu hasil pembalakan dan pencurian di jalur Sumbergempol Tulungagung adalah PT Kreasi Maratindus. JPIK mendapatkan informasi dari sumber terpercaya, bahwa hasil verifikasi terhadap Laporan Mutasi Kayu (LMK) bulan Maret 2019 adanya penerimaan sonokeling tidak disertai Surat Angkut Tanaman dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN).

Sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri Kehutanan No. 447tahun 2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan Dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar.  Dokumen angkut kayu sonokeling hanya berupa dengan Nota Angkutan sebanyak dua set dengan jumlah 31 batang dengan 5,69 meter kubik atas nama pengirim Agus Mahendra, alamat Jepun Tulungagung.

Selain itu, CV Manggalih yang beralamat di Kab Pasuruan juga diduga menerima kayu ilegal tersebut. JPIK juga mengidentifikasi bahwa kayu-kayu ilegal ini dipasok ke Indutri yang berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah.

Dengan sejumlah bukti, JPIK Jatim kemudian melaporkan kasus ini ke Kapolres Tulungagung dan Trenggalek. Kepolisian Trenggalek mengamankan 8 orang yang diduga terlibat. Pada 11 April 5 orang di antaranya ditetapkan tersangka kasus pencurian dan penyalahgunaan wewenang. Dari kelimanya, 4 orang telah ditahan dan 1 orang sebagai tahanan kota. Tersangka adalah 1 orang ASN yang membuat surat palsu penebangan kayu, 1 orang mantan ASN yang pernah bekerja di instansi pengelolaan jalan, 2 orang broker kayu dan 1 orang tersangka dari oknum polisi yang juga terlibat membantu proses pencurian tersebut.

Namun lain cerita dengan penegakan hukum di Polres Tulungagung. JPIK Jatim telah menyerahkan bukti-bukti valid bahwa penebangan melanggar hukum dan menyertakan inisial pihak-pihak yang terlibat. Sayangnya sampai saat ini Polres Tulungagung belum melakukan penindakan dengan alasan salah satu tersangka tengah menjalani proses hukum atas kasus yang sama di kepolisian Trenggalek. Sebagai tindak lanjut, JPIK Jatim akan melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Timur. Selain upaya di atas, JPIK dan PPLH Mangkubumi pun melaporan PT Kreasi Maratindus yang diduga sebagai penerima kayu ke Lembaga Verifikasi Legalitas Kayu (LVLK) Mutu Agung Lestari yang telah memberikan Sertifikat Legalitas Kayu.

Leave your comments

Comments

  • No comments found