Pelabuhan Gresik dan Dinamika Perdagangan Kayu
in Jawa Timur
Hits: 328

Pelabuhan Gresik adalah salah satu pelabuhan yang dikelola PT Pelindo III. Pelabuhan Gresik yang ditempuh sekitar 20 kilometer dari Kota Surabaya ini merupakan salah satu pelabuhan bongkar muat kayu bulat.

Pemantau dari Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Jawa Timur melakukan survei monitoring di Pelabuhan Gresik dalam kaitannya dengan perdagangan kayu di tanah air. Survei ini untuk melihat dinamika dan gambaran tentang peran Pelabuhan Gresik dengan distribusi kayu ke Jawa Timur, sebagai terutama di Surabaya dan sekitarnya sebagai pusat industri pengolahan hasil hutan kayu.

Tiga tahun terakhir, bongkar muat kayu bulat meningkat di Pelabuhan Gresik karena Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tidak boleh lagi melakukan bongkar muat kayu bulat.  PT Pelindo II mencacat jumlah kayu bulat yang dibongkar mencapai 49.000 m3 per bulan atau rata-rata sembilan tongkang per bulan.

Tongkang bermuatan kayu bulat 8.000 m3 akan butuh waktu 4-5 hari untuk bongkar muat. Sedangkan yang muatan 3.000 m3 butuh waktu dua hari. Di Pelabuhan Gresik ada dua dermaga yang biasa menjadi tempat bongkar muat kayu bulat, yaitu Pelabuhan Rakyat dan Pelabuhan Curah dan Log.

Dalam survei monitoring itu, Pelabuhan Gresik hanya untuk bongkar kayu bulat. Untuk kayu olahan yang dikirim dengan kontainer tidak bisa dibongkar di pelabuhan ini. Untuk kayu dalam kontainer dibongkar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Teluk Lamong Surabaya.

Selain pelabuhan Gresik di Gresik, juga ada dua pelabuhan milik swasta yang juga sering digunakan untuk bongkar muat kayu bulat yaitu Pelabuhan Sumber Mas dan Pelabuhan Jatisari. Pelabuhan Sumber Mas hanya untuk bongkar muat kayu bulat milik PT Sumber Mas Playwood.   Kayu bulat dijatuhkan ke laut lalu ditarik dan diangkut ke daratan. Sedangkan pelabuhan Jatisari terletak di Sungai Lamong, sungai yang membatasi Surabaya dengan Gresik.

Selama survey dan monitoring bongkar muat di  Pelabuhan Gresik yang banyak adalah kayu bulat dari Kalimantan, dan sisanya dari Papua.  Jenis kayu dari Kalimantan adalah Kruing, Meranti dan Bangkirai.

Ketika tim pemantau melakukan survei, kayu Merbau dari Papua Barat yang dibongkar di Pelabuhan Rakyat Gresik adalah kayu dari PT Hanurata Unit Papua Barat. Kayu merbau tersebut dikirim truck Bahtera Setia ke  PT Aneka Rimba Indonusa di Sidomoro, Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Ada kayu bulat yang tidak dipasang barcode V legal. JC

Kebal Hukum, Cukong Kayu di Surabaya Masih Beraksi
in Jawa Timur
Hits: 602

Jawa Timur sejak dulu menjadi wilayah strategis perdagangan kayu di negeri ini. Tak heran bila industri pengolahan kayu menjamur di sana. Tercatat lebih dari 1000 unit usaha pemegang Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IUIPHHK) di Jawa Timur.

Sertifikat Dicabut, Terbitlah Perusahaan Baru
in Jawa Timur
Hits: 533

Di Jawa Timur, sebuah perusahaan harus menanggung akibat atas pelanggaran yang dilakukan. Lembaga sertifikasi TRIC mencabut Sertifikat Legalitas Kayu (SLK) perusahaan itu 28 Mei 2019. Tetapi sekitar dua bulan kemudian, berdiri sebuah perusahaan baru di alamat yang sama. Tangga 30 Juli, perusahaan baru itu memperoleh SLK sebagai eksportir non produsen.

Pencurian Kayu Sonokeling di Jatim Libatkan ASN dan Aparat Kepolisian
in Jawa Timur
Hits: 131

Lebih dari 89 tunggak sonokeling di jalur jalan nasional Tulunganggung-Trenggalek dan Tulungagung-Blitar, ditebang tanpa izin. Kejadian ini pertama kali dilaporkan masyarakat setempat kepada PPLH Mangkubumi dan Jaringan Pemantau Independen Kehutanan Jawa Timur. Pembalakan ini dilakukan sepanjang pertengahan hingga akhir Maret 2019.