Penyidik Kehutanan Mengungkap Pengalaman

in Umum
Hits: 293
M. Rempek, Penilik Kehutanan Gakkum

JURanaL Celebes. Dalam lokakarya sosialisasi program pengawasan hutan dan peredaran kayu digelar, JURnaL Celebes, di Makassar Senin (31/08/2020) juga menghadirkan narasumber Matius Rempek dari Balai Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) Wilayah Sulawesi. 

Penyidik kehutanan tampil menarik perhatian peserta karena menceritakan pengalamannya harus berhadapan dengan berbagai taktik mafia pembalakan liar dan perdagangan kayu ilegal. Di lapangan, kata Rempek, Gakkum dan petugas keamanan bingung karena hambatan implementasi regulasi.

Menurut Rempek, regulasi sengaja dimainkan di antaranya sengaja dihapus atau dibuat tidak singkron, sehingga aparat penegak hukum satu dengan lainnya justru bertentangan di lapangan. Contoh, kadang Gakkum tidak bisa mengambil tindakan, padahal sudah nyata pihak yang berbuat kejahatan itu bersalah. Kadang juga pihak Gakkum mengambil tindakan tegas, sesuai dengan regulasi, tetapi justru akan bebas di institusi penegak hukum lain.

‘’Nah, siapa yang mempermainkan regulasi atau aturan seperti ini. Saya kira bapak-bapak semua lebih tahu. Siapa yang rubah atau menghapus pasal-pasal di aturan sehingga kejahatan kayu di lapangan bisa lolos,’’ papar Rempek. 

Rempek bercerita, ketika menangkap kayu ilegal dari luar Sulawesi, Gakkum tidak bisa berbuat maksimal, karena kapal yang ditangkap ternyata mengantongi nota-nota dari pejabat.

Lokakaya ini juga menghadirkan narasumber dari  Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah XIII Makassar, Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Selatan. adm